Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat kembali menghidupkan panggung kebudayaan melalui Pentas Seni dan Budaya Tahun 2026 di Taman Budaya Sendawar (TBS), Kecamatan Barong Tongkok. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 24–27 Juli 2026, menjadi ruang bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah.
Pembukaan kegiatan dilakukan Sekretaris Daerah Kutai Barat, Erik Victory, mewakili Bupati Kutai Barat, pada Jumat (24/07/26) malam, ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian pertunjukan.
Digagas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Sendawar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Barat, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.
Membacakan sambutan Bupati Kutai Barat, Erik Victory menegaskan bahwa Pentas Seni dan Budaya tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Esensi pelestarian budaya daerah malam ini bukan sekadar panggung hiburan. Kegiatan ini merupakan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk menjaga marwah identitas daerah,” ujar Erik.
Ia mengatakan keberagaman etnis yang dimiliki Kutai Barat merupakan kekayaan yang harus terus dijaga sebagai perekat persatuan. Karena itu, generasi muda diajak untuk mencintai budaya lokal dan memanfaatkan perkembangan teknologi serta media sosial sebagai sarana memperkenalkan seni dan tradisi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain menjadi ruang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui keterlibatan para pelaku seni serta pelaku UMKM lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengatakan pemerintah daerah kembali mengaktifkan berbagai agenda kebudayaan pada tahun 2026 sebagai bagian dari program pelestarian budaya yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Kebudayaan.
“Penyelenggaraan Pentas Seni dan Budaya ini juga bertujuan mengoptimalkan fungsi UPT Taman Budaya Sendawar sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Kutai Barat,” kata Kamius.
Selama empat malam penyelenggaraan, masyarakat disuguhkan beragam pertunjukan seni dari sejumlah sanggar, di antaranya Sanggar Seni Kelawing, Sanggar Seni Sekolah Lawe Bulan, dan Sanggar Seni Tiwat Company. Penampilan tersebut dipadukan dengan hiburan musik Rijoq dan musik dangdut yang digelar setiap malam mulai pukul 20.00 WITA.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap seni dan budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas serta mampu menjadi daya tarik wisata yang memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
(Adv/Fac/Mii)


