Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pertanian (Distan) terus mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional dengan memperkuat penerapan manajemen risiko di lingkungan organisasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui Inhouse Training Manajemen Risiko yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Dinas Pertanian, Selasa (09/06/26).
Pelatihan ini digelar sebagai langkah meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengenali, menganalisis, serta mengendalikan berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas dan pencapaian target organisasi. Dengan pengelolaan risiko yang baik, setiap unit kerja diharapkan mampu bekerja lebih efektif sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Distan Kabupaten Kutai Barat, Muhammad Firdaus, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa manajemen risiko merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
Ia mengatakan, setiap aparatur harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini sehingga langkah mitigasi dapat disusun secara tepat sesuai kebutuhan organisasi.
“Manajemen risiko bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pencapaian kinerja organisasi,” ujarnya.
Firdaus berharap seluruh peserta mampu mengintegrasikan penerapan manajemen risiko ke dalam aktivitas kerja sehari-hari. Menurutnya, penerapan yang konsisten akan memperkuat efektivitas pelaksanaan program, meningkatkan akuntabilitas, dan membantu perangkat daerah mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Aziz dari Inspektorat Kabupaten Kutai Barat hadir sebagai narasumber. Ia memaparkan materi mengenai konsep dasar manajemen risiko, teknik identifikasi risiko, proses analisis dan evaluasi, hingga penyusunan langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan di masing-masing unit kerja.
“Melalui materi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan risiko secara sistematis sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendukung pelaksanaan tugas yang lebih efektif dan efisien,” terang Aziz
Pelatihan diikuti pejabat struktural, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), para koordinator, serta pegawai di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk membahas penerapan manajemen risiko sesuai karakteristik tugas di unit masing-masing.
Melalui Inhouse Training ini, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penguatan budaya manajemen risiko diharapkan mampu mendorong efektivitas pelaksanaan program sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
(Adv/Fac/Mii)


