Penulis: Redaksi

Paragraf yang tersisa : Pada akhirnya, Nutuk Beham tidak hanya menyimpan kisah tentang asal-usul, tetapi juga menjadi cermin cara masyarakat Kedang Ipil memaknai hidup. Bahwa setiap panen bukan sekadar hasil kerja, melainkan buah dari kesabaran, luka, dan pengorbanan yang tak selalu terlihat. Tradisi ini menjaga ingatan agar tidak tercerabut dari akarnya bahwa manusia, alam, dan kekuatan yang tak kasatmata berjalan dalam satu siklus yang saling menghidupi. Dan di sanalah Nutuk Beham tetap dirayakan, sebagai pengingat bahwa kehidupan selalu menemukan jalan untuk tumbuh, bahkan dari kehilangan yang paling sunyi. (Azm)

Read More

Suarastra.com – Tekanan fiskal yang dihadapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong langkah penyesuaian anggaran secara menyeluruh. Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menegaskan bahwa efisiensi menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari di tengah ketidakpastian keuangan daerah. “Memang ada penyesuaian. Anggaran yang tidak terlalu prioritas akan dikurangi, termasuk perjalanan dinas dan penggunaan fasilitas tertentu,” ujar legislator Partai PDIP itu, pada Jumat (24/04/26). Kondisi ini, lanjutnya, dipengaruhi oleh belum pastinya transfer dana dari pemerintah pusat, khususnya terkait dana kurang salur. Tak hanya itu, target pendapatan asli daerah (PAD) juga diperkirakan belum bisa tercapai secara maksimal “Karena itu, efisiensi menjadi keharusan agar…

Read More

Suarastra.com – Di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, tradisi bukan sekadar warisan yang disimpan, tetapi dijalankan dan dihidupkan. Salah satunya melalui ritual Nutuk Beham, tradisi adat Kutai Lawas yang telah berlangsung selama ratusan tahun secara turun-temurun. Ritual ini menjadi penanda datangnya musim panen raya, sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil ladang yang mereka peroleh. Warga desa membawa padi gunung hasil tanamannya masing-masing menuju balai adat, dalam suasana kebersamaan yang sarat makna. Lebih dari sekadar prosesi, Nutuk Beham menyimpan nilai filosofis yang dalam tentang hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Tradisi ini juga menjadi ruang belajar bagi generasi…

Read More

Suarastra.com – Tradisi adat Kutai Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, terus mendapat perhatian sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah. Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menegaskan bahwa tradisi ini harus dijaga dan dilestarikan secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian Festival Budaya Nutuk Beham yang digelar pada 23-25 April 2026. “Ini perlu kita lestarikan, perlu kita support, karena kegiatan ini salah satu keanekaragaman budaya, dan bisa dijadikan giat wisata ke depannya,” ujar Ahmad Yani, Jumat (24/04/26). Ia menilai, Nutuk Beham bukan sekadar ritual tahunan masyarakat adat setelah masa panen, tetapi juga…

Read More

Suarastra.com – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masyarakat Kutai Kartanegara kembali meneguhkan identitasnya melalui tradisi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar resmi membuka Festival Budaya Kutai Adat Lawas Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kamis (23/04/26). Festival ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga 25 April 2026. Pembukaan festival dipimpin langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, didampingi Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Suasana pembukaan berlangsung khidmat, menyatu dengan nuansa adat yang kental. Dalam sambutannya, Aulia menegaskan bahwa Nutuk Beham bukan sekadar tradisi yang diulang setiap tahun. Lebih dari itu, ia…

Read More

Suarastra.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang terjadi pada 18 April 2026 mulai berdampak pada komoditas energi lainnya. Di Kutai Kartanegara (Kukar), harga LPG non-subsidi turut mengalami lonjakan, bahkan di tingkat pengecer disebut mencapai kenaikan hingga Rp20 ribu per tabung. Di Kecamatan Tenggarong, khususnya kawasan, Kelurahan Melayu, jalan Danau Lipan, masyarakat mengaku terkejut dengan perubahan harga tersebut. Tabung Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (kg) yang sebelumnya dijual sekitar Rp120 ribu, kini merangkak naik hingga Rp140 ribu per tabung di tingkat pengecer. Kondisi ini dipicu terbatasnya pasokan di agen, sehingga masyarakat harus mencari ke berbagai tempat. Situasi tersebut…

Read More

Suarastra.com – Koalisi Pers Kalimantan Timur (Kaltim) mengecam keras tindakan intimidasi, represif, serta penghapusan data terhadap wartawan saat meliput aksi 214 di Kantor Gubernur Kaltim. Peristiwa ini merupakan bentuk pembungkaman kerja jurnalistik dan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Insiden terjadi di dua lokasi berbeda dengan total empat jurnalis menjadi korban. Di dalam lingkungan Kantor Gubernur, seorang jurnalis perempuan berinisial IM mengalami intimidasi, ponselnya dirampas, dan data hasil liputan dihapus secara paksa. Tindakan ini tidak hanya merampas hasil kerja jurnalistik, tetapi juga menciptakan rasa takut bagi jurnalis yang sedang menjalankan tugas…

Read More

Suarastra.com – Ingatan tentang kota tak selalu hadir dalam buku sejarah. Ia bisa hidup dari cerita-cerita kecil, dari sudut jalan yang berubah, hingga kebiasaan lama yang perlahan hilang. Hal inilah yang coba dihadirkan dalam Pameran Samarinda Graphic Memoir 2026, sebuah ruang refleksi yang mempertemukan seni dan memori kota. Lebih dari 200 karya ditampilkan dalam pameran ini, merangkum berbagai potongan kisah tentang Samarinda. Mulai dari perubahan ruang kota hingga pengalaman personal yang jarang terdokumentasikan. Antusiasme publik pun terlihat dari kehadiran sekitar 400 pengunjung selama gelaran berlangsung. Pameran ini digagas oleh desainer grafis Ramadhan S. Pernyata melalui Samarinda Design Hub. Ia konsisten…

Read More

Suarastra.com – Keserakahan itu seperti api dalam sekam, nyaris tak terlihat, namun perlahan menghanguskan segala yang disentuhnya. Ia tidak datang dengan suara gemuruh, tidak pula dengan tanda yang mudah dikenali. Ia hadir sebagai bisikan halus di dalam hati, membuat manusia merasa kurang, bahkan ketika tangannya sudah penuh. Di sebuah rumah sederhana, ketika senja turun perlahan dan suara alam mulai merendah, seorang ayah duduk di beranda kayu bersama anaknya. Angin membawa bau tanah yang lembap, seolah mengingatkan bahwa hidup selalu kembali pada asalnya. Anak itu menatap ayahnya dengan mata penuh tanya tentang hidup, tentang keinginan, dan tentang dunia yang terasa begitu…

Read More

Suarastra.com – Di setiap 21 April, nama Raden Ajeng Kartini kembali dipanggil, seolah ia tak pernah benar-benar pergi. Namun di balik kebaya, bunga, dan seremoni yang berulang, ada sunyi panjang yang jarang diselami sunyi seorang perempuan yang pernah hidup dalam batas, tetapi memilih berpikir tanpa batas. Hari Kartini bukan sekadar tanggal dalam kalender nasional. Ia adalah jejak panjang perjuangan menuju kesetaraan, yang dimulai dari ruang-ruang sempit, dari balik dinding pingitan, dari pikiran yang menolak untuk tunduk. Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879, dalam lingkaran bangsawan yang memberinya akses pendidikan, namun sekaligus membatasi langkahnya sebagai perempuan Jawa…

Read More