Suarastra.com – Pemerintah Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), memperkuat upaya pencegahan kebakaran dengan menempatkan dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.500 liter di kawasan rawan. Hal tersebut diungkap langsung oleh Lurah Melayu, Muhammad Hafiz.
ia mengatakan, penempatan tandon tersebut merupakan langkah awal untuk mendukung penanganan kebakaran. Dan, pihak kelurahan juga akan mengimbau masyarakat mengaktifkan kembali kegiatan jaga malam.
“Dari hasil RDP kemarin, untuk pencegahan awal di kawasan yang berpotensi rawan, pemerintah mengirimkan tandon berkapasitas 5.500 liter. Yang kedua, pos atau kegiatan jaga malam perlu diaktifkan kembali atau diinformasikan kepada masyarakat,” terang Hafiz, Jumat (16/10/26).
Hafiz menjelaskan, dua tandon tersebut ditempatkan di titik yang dinilai membutuhkan dukungan sarana pencegahan kebakaran. Salah satunya berada di RT 30 yang disebut masuk kawasan zona merah, sedangkan tandon lainnya ditempatkan di RT 33.
“Untuk sementara, kami menyebar dua tandon berkapasitas 5.500 liter di titik rawan. Satu tandon di RT 30, yang memang sudah berada di kawasan zona merah, dan satu lagi di RT 33,” katanya.
Penempatan tandon di RT 33 mempertimbangkan kondisi permukiman yang berada di tengah gang sempit. Akses yang terbatas membuat mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau langsung kawasan tempat tinggal warga.
“Di RT 33, kondisi wilayahnya berada di tengah gang. Mobil tidak bisa masuk ke permukiman warga, sehingga dipertimbangkan untuk menempatkan tandon di sana,” jelasnya.
Menurut Hafiz, pemetaan kawasan rawan kebakaran di Kelurahan Melayu perlu mempertimbangkan kondisi permukiman yang beragam. Dengan total 47 RT, kawasan tersebut memiliki tingkat risiko yang perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan bersama.
“Kalau berbicara mengenai zona merah, di Kelurahan Melayu sendiri total ada 47 RT dengan kondisi yang berbeda-beda. Namun, kalau membicarakan wilayah yang paling berisiko, hampir semuanya berisiko karena Kelurahan Melayu berada di kawasan padat penduduk,” ungkapnya.
Ke depan, pihak kelurahan akan menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait langkah-langkah pencegahan kebakaran. Pengaktifan kembali kegiatan jaga malam dan penyediaan tandon air di titik rawan diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi potensi kebakaran.
(Hen/Mii)

