Suarastra.com – PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp150 juta bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu dan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat dalam menghadapi dampak kebakaran yang melanda permukiman warga.
Manajer PT PMM, Andreas Tarigan menjelaskan, bahwa perusahaan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan wilayah operasional di tiga kecamatan, yakni Muara Wis, Muara Kaman, dan Kota Bangun. Setelah menerima informasi mengenai kebakaran di Kampung Melayu, perusahaan berinisiatif menyalurkan bantuan CSR senilai Rp150 juta.
“Setelah mendapatkan informasi mengenai kebakaran di Kampung Melayu, kami berniat membantu melalui dana CSR sebesar Rp150 juta. Alhamdulillah, bantuan tersebut dapat diberikan,” ujarnya, Kamis (15/10/26).
Dari total bantuan tersebut, Rp22,5 juta dialokasikan bagi warga terdampak kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh. Sementara itu, sisa bantuan sebesar Rp127,5 juta disalurkan kepada warga terdampak di Kelurahan Melayu.
“Totalnya Rp150 juta, yang terbagi menjadi dua kelurahan, Kampung Loa Ipuh dan Kampung Melayu. Untuk Kampung Loa Ipuh nominalnya Rp22.500.000, sisanya di Kampung Melayu,” jelas Andreas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip pemerataan. Pemerintah daerah berupaya memastikan seluruh warga yang berhak mendapatkan bantuan dapat terakomodasi, sesuai arahan Bupati Kukar.
“Atas arahan Bapak Bupati, kami membahas hal ini bersama teman-teman. Rasanya kurang tepat kalau ada yang mendapatkan bantuan, sementara yang lain tidak. Ada yang dapat, ada yang tidak dapat,” katanya.
Menurut Taufik, bantuan yang telah disiapkan harus dipastikan sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya. Ia menilai dukungan dari dunia usaha turut berperan dalam meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak kebakaran.
“Semua bantuan ini tidak boleh ada yang tidak sampai kepada korban. Jadi, bantuan Rp150 juta ini kami pastikan sampai kepada yang berhak menerimanya,” katanya.
Selain mengapresiasi dukungan PMM, Taufik berharap semakin banyak pihak ikut berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak musibah. Ia mendorong perusahaan membuka kesempatan bagi karyawan untuk berdonasi secara sukarela, sebagaimana yang telah dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kami, mungkin bisa dijalankan penggalangan donasi dan diedarkan di masing-masing lingkungan kerja. Ini merupakan bagian dari amal kita untuk sesama,” ungkapnya.
Terakhir, Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kehadiran dunia usaha tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
(Hen/Mii)

