Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan berdampak terhadap kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Meski sejumlah program akan disesuaikan, pemerintah menegaskan pembangunan prioritas tetap berjalan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar, Erick Victory, mengakui penyesuaian anggaran mulai memengaruhi pelaksanaan berbagai kegiatan pemerintah daerah, baik pembangunan fisik maupun operasional organisasi perangkat daerah (OPD).
“Dampak pemangkasan anggaran di Kutai Barat cukup terasa. Karena beberapa kegiatan kita, baik fisik maupun kegiatan operasional di OPD membutuhkan anggaran,” ujar Erik, pada Selasa (18/08/26).
Karena itu, Pemkab Kubar akan melakukan efisiensi pada sejumlah program dan kegiatan mulai tahun depan. Penyesuaian dilakukan agar pelaksanaan pembangunan tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Jadi kita mungkin tahun depan tidak terlalu seperti tahun sekarang. Mungkin ada efisiensi di beberapa program kegiatan,” katanya.
Meski demikian, Erick memastikan pembangunan fisik yang telah direncanakan bersama DPRD tetap dilanjutkan.
“Untuk kegiatan fisik tetap ada. Yang sudah disampaikan kepada DPRD tetap,” tegasnya.
Ia juga memastikan efisiensi anggaran tidak akan menyentuh hak-hak ASN maupun P3K, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Untuk P3K, terus TPP dan segala macam masih aman. Artinya kalau pun ada pengurangan, tidak berdampak kepada kesejahteraan PNS maupun P3K,” jelas Erick.
Menurutnya, pemerintah akan memfokuskan penyesuaian pada program-program yang masih dapat dioptimalkan tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Kubar tetap berkomitmen melanjutkan sejumlah proyek strategis yang telah menjadi janji pembangunan daerah.
Salah satunya adalah pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) dan Jalan Bung Karno yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
“Pemerintah kabupaten melalui Bapak Bupati dan Pak Wakil Bupati sudah menjanjikan di dalam visi-visi mereka bahwasannya untuk Jembatan ATJ, Jalan Bung Karno, itu akan dilanjutkan. Dipastikan 2027 akan mulai pembangunan,” pungkasnya.
(Oby/Mii)


