Suarastra.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), hadir dengan wajah berbeda tahun ini. Demi mengantisipasi risiko kebakaran saat musim kemarau, pawai obor yang rutin digelar setiap Agustus diganti menjadi pawai lampion.
Ratusan pelajar dari sembilan sekolah yang berpartisipasi di Kecamatan Muara Lawa ambil bagian dalam pawai yang berlangsung di pusat kecamatan, pada Minggu (16/08/26) malam. Mereka membawa lampion hasil karya sendiri dengan beragam bentuk dan hiasan, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh kreativitas.
Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, lampion-lampion tersebut juga diperlombakan. Panitia menyiapkan hadiah bagi peserta dengan karya paling kreatif dan unik.
Camat Muara Lawa, Gusti Muhamad Fadli, mengatakan keputusan mengganti pawai obor menjadi pawai lampion diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang sudah lebih dari dua pekan tanpa hujan.
“Awalnya kami sepakat mengadakan pawai obor. Namun melihat kondisi kemarau yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu, kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Fadli kepada awak media di lokasi pawai lampion.
Menurut Fadli, lampion yang digunakan seluruh peserta memanfaatkan lampu bertenaga baterai sehingga lebih aman dibandingkan menggunakan api terbuka.
“Lampion yang digunakan memakai lampu bertenaga baterai, bukan api. Tujuannya untuk menjaga keamanan agar tidak memicu kebakaran. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dan bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut juga dipengaruhi meningkatnya risiko kebakaran akibat musim kemarau yang melanda wilayah Muara Lawa. Beberapa kejadian kebakaran hutan di sejumlah daerah menjadi pertimbangan agar perayaan kemerdekaan tetap berlangsung aman.
“Alasan utamanya adalah faktor keamanan. Sampai sekarang Kecamatan Muara Lawa sudah sekitar dua minggu tidak diguyur hujan. Kita juga melihat mulai terjadi kebakaran hutan di beberapa tempat,” tuturnya.
Karena itu, lanjut Fadli, pawai lampion dipilih sebagai alternatif yang tidak hanya lebih aman, tetapi juga mampu mendorong kreativitas para pelajar.
“Selain lebih aman, bentuk lampion juga bisa dibuat kreatif dan unik,” ucapnya.
Terakhir, Fadli berharap inovasi tersebut dapat menjadi tradisi baru dalam peringatan HUT RI di Muara Lawa sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Harapan saya, Kecamatan Muara Lawa semakin maju ke depannya,” tutupnya.
Sebagai informasi, rute pawai lampion ini sendiri di mulai dari lapangan sepak bola Kampung Muara Lawa menuju lapangan sepak bola Kampung Lambing sebagai titik kumpul akhir.
(Oby/Mii)


