Suarastra.com – Badan jalan nasional di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas meski penanganan sebelumnya telah dinyatakan selesai dan diserahterimakan pada Januari 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur kini menyiapkan pembangunan jembatan sementara agar akses masyarakat dapat kembali dibuka.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) BBPJN Kaltim, Dedi, mengatakan pekerjaan penanganan di lokasi tersebut sebelumnya telah memasuki tahap Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026.
“Penanganan jalan ini sebenarnya sudah Final Hand Over (FHO) pada 17 Januari 2026 kemarin,” ujar Dedi.
Meski demikian, badan jalan kembali mengalami penurunan pada Sabtu (15/08/26) pagi hingga memutus akses utama di kawasan Margasari. Akibatnya, kendaraan tidak lagi dapat melintasi ruas yang menjadi jalur penghubung Tenggarong, Loa Janan, Samarinda, hingga Balikpapan.
Saat ini, BBPJN Kaltim tengah menyiapkan langkah penanganan darurat berupa pembangunan jembatan sementara untuk menggantikan badan jalan yang amblas.
Jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi sementara agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan selama proses penanganan permanen dilakukan.
“Kami saat ini sedang berupaya untuk mencoba membangun jembatan. Insyaallah pekan depan kami sudah bergerak,” kata Dedi.
Sebelumnya, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri yang meninjau langsung lokasi menyebut peristiwa tersebut merupakan kejadian ketiga dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, dua kejadian sebelumnya juga telah ditangani oleh pihak balai karena ruas tersebut merupakan jalan nasional.
Sembari menunggu pembangunan jembatan, arus lalu lintas dialihkan melalui jalur alternatif. Kendaraan bertonase besar diarahkan menggunakan jalur lain, sedangkan kendaraan yang lebih kecil dapat melintasi jalur alternatif di belakang lokasi amblas.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap mematuhi pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan petugas demi menjaga keselamatan selama proses penanganan berlangsung.
(Oby/Mii)

