Suarastra.com – Ada kalanya sebuah lagu tidak menawarkan jawaban, melainkan mengajukan pertanyaan yang diam-diam pernah singgah dalam hidup banyak orang. Begitulah kesan yang ditinggalkan Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan, lagu yang dibawakan oleh Pamungkas.
Musisi yang dikenal lewat karya-karya bertema relasi antarmanusia ini kembali menghadirkan lagu yang sederhana dalam balutan musik, tetapi dalam makna. Bukan tentang siapa yang benar atau salah, melainkan tentang dua orang yang terus mencoba bertahan di tengah luka yang belum benar-benar selesai.
Pertanyaan “berapa kali kita akan saling memaafkan?” menjadi pusat dari keseluruhan lagu. Sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, tetapi menyimpan kegelisahan banyak pasangan. Sebab dalam sebuah hubungan, meminta maaf mungkin tidak sesulit mengubah diri agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang.
Pamungkas kemudian membawa pendengar pada kesadaran bahwa setiap manusia memikul sejarahnya masing-masing. Ada luka yang terlihat, ada pula yang tersimpan begitu dalam hingga memengaruhi cara seseorang mencintai, marah, bahkan bertahan.
Melalui lirik yang mengakui, “tak pernah aku lalui yang kau lalui,” lagu ini seolah mengingatkan bahwa memahami pasangan bukan berarti selalu menyetujui tindakannya. Memahami adalah menerima kenyataan bahwa seseorang dibentuk oleh pengalaman yang tidak pernah kita rasakan sendiri.
Inilah bagian paling kuat dari lagu tersebut. Cinta ternyata bukan hanya tentang kedekatan, tetapi juga tentang kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita tidak akan pernah sepenuhnya mengerti isi kepala dan perjalanan hidup orang lain.
Di sisi lain, lagu ini juga tidak memosisikan maaf sebagai penyelesaian akhir. Memaafkan tanpa perubahan hanya akan melahirkan lingkaran yang sama. Karena itu, penggalan berbahasa Inggris yang berulang, “It’s not the end, we’ll try again,” bukan sekadar ungkapan optimistis, melainkan ajakan untuk terus memperbaiki hubungan selama masih ada kemauan dari kedua belah pihak.
Pada akhirnya, Berapa Kali Kita Akan Saling Memaafkan bukan hanya bercerita tentang pasangan yang bertengkar. Lagu ini berbicara mengenai keberanian untuk melihat luka orang lain, sekaligus keberanian memperbaiki diri sendiri.
Sebab mungkin, hubungan tidak bertahan karena dua orang tidak pernah saling menyakiti. Hubungan bertahan karena keduanya memilih untuk terus belajar memahami, sebelum meminta untuk dimengerti.
(Azm)

