Suarastra.com – Upaya mengembangkan olahraga masyarakat terus dilakukan di berbagai daerah. Kali ini, Pengurus Provinsi Persatuan Bola Sundul Indonesia (Perbosi) Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dilantik sebagai langkah awal memperkuat pembinaan atlet sekaligus menyambut Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 yang akan digelar di Kota Palu.
Pelantikan berlangsung di Sekretariat Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sulteng, pada Kamis (09/07/26), dan dipimpin langsung Ketua Umum Perbosi, Hamdiah Z.
Dalam kesempatan itu, Hamdiah berharap terbentuknya kepengurusan Perbosi Sulteng mampu menjadi titik awal berkembangnya olahraga bola sundul di daerah sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing pada FORNAS 2027.
“Harapan kami, dengan dilantiknya pengurus Perbosi Sulawesi Tengah, olahraga ini semakin berkembang. Mudah-mudahan Sulawesi Tengah mampu mengibarkan bendera daerah dan meraih beberapa medali pada FORNAS 2027,” ujarnya.
Menurut Hamdiah, Perbosi merupakan salah satu Induk Organisasi Olahraga (Inorga) di bawah naungan KORMI. Hingga kini, organisasi tersebut telah terbentuk di 28 provinsi di Indonesia, termasuk Sulteng yang baru saja dikukuhkan.
Selanjutnya, pembentukan kepengurusan akan diperluas hingga tingkat kabupaten/kota bahkan kecamatan agar proses pembinaan atlet dapat berjalan secara berjenjang.
Hamdiah menjelaskan, bola sundul memiliki karakter permainan yang unik dibanding cabang olahraga lainnya. Seluruh pemain hanya diperbolehkan menggunakan kepala dan dada untuk memainkan bola, sedangkan penggunaan kaki tidak diperkenankan.
“Olahraga ini unik. Lapangannya berbentuk segi empat menyerupai belah ketupat dan sistem permainannya menggunakan angka kemenangan 17 yang terinspirasi dari tanggal kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Semakin ditonton, pertandingan ini semakin menegangkan karena pemain harus menyelamatkan bola hanya dengan kepala dan dada,” jelasnya.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) tiga periode itu juga mengungkapkan, olahraga bola sundul sebenarnya telah berkembang sejak sekitar dua dekade lalu. Namun, perkembangannya semakin pesat setelah bergabung dalam KORMI sebagai wadah olahraga masyarakat.
Untuk memperluas pembinaan, Perbosi akan menyasar pelajar hingga masyarakat umum melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan bersama pengurus daerah.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan bola sundul adalah tidak membutuhkan fasilitas khusus sehingga mudah dikembangkan di berbagai wilayah.
“Yang penting lapangannya datar. Tidak harus membangun arena khusus sehingga olahraga ini sangat mudah diperkenalkan kepada masyarakat,” katanya.
Pada FORNAS 2027 mendatang, cabang olahraga bola sundul akan mempertandingkan sedikitnya 12 nomor, mulai dari kategori putra, putri, beregu campuran hingga nomor keterampilan (juggling).
Hamdiah berharap kepengurusan baru dapat menjadi motor penggerak perkembangan bola sundul di Sulawesi Tengah sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
“Dengan terbentuknya Pengurus Provinsi Perbosi Sulawesi Tengah, kami berharap olahraga ini semakin dikenal masyarakat serta mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Sulawesi Tengah di tingkat nasional,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

