Suarastra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara mengeluarkan imbauan peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan tanah longsor di seluruh wilayah Kukar.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor P.1349/BPBD-PNC/300.2.1/11/2025 yang ditandatangani pada 24 November 2025 dan telah dikirimkan kepada seluruh camat. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai respons atas alarm cuaca yang sebelumnya terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi menyampaikan bahwa imbauan tersebut merujuk pada informasi dari BNPB, BPBD Kaltim, Kemendagri, serta pembaruan data dari BMKG Samarinda.
“Imbauan ini bukan hanya untuk wilayah hulu, tapi berlaku untuk seluruh Kukar. Ada anomali cuaca dan kondisi alam kita mirip dengan beberapa wilayah di Sumatera yang kemarin mengalami kejadian bencana. Jadi kami ingin semua camat meningkatkan kewaspadaan,” jelas Edy belum lama ini.
BMKG memprediksi puncak musim hujan berlangsung sejak November 2025 hingga April 2026, dengan dua puncak intensitas hujan pada Desember–Januari dan April–Mei.
“Ini sifatnya prediksi, tetapi harus diantisipasi. Tahun ini saja kemarau hanya terjadi sebulan, itu pun pada Juli,” ujarnya.
BPBD meminta kecamatan, kelurahan, dan desa untuk mengaktifkan pemantauan cuaca, menyebarkan peringatan dini, serta mengecek kondisi sungai, drainase, dan titik rawan bencana. Wilayah berbukit dan area dekat sungai besar juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Langkah mitigasi yang diinstruksikan meliputi pembersihan saluran air, larangan membuang sampah ke sungai, patroli saat hujan lebat, serta memastikan kesiapan sarana prasarana penanggulangan bencana, termasuk jalur evakuasi.
“BPBD juga menekankan pentingnya kesiapan lokasi dan jalur evakuasi, terutama di daerah rawan,” pungkasnya.
Jika risiko meningkat, kecamatan diminta segera berkoordinasi dengan BPBD melalui posko dan call center darurat. Pembaruan informasi cuaca akan terus disampaikan mengikuti rilis resmi BMKG.
“Walaupun semuanya bersifat perkiraan, yang terpenting adalah antisipasi. Kami adalah ujung tombak, jadi setiap perkembangan akan kami sampaikan ke semua wilayah,” tambahnya.
(Oby/Mii)

