Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.
Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Education for Sustainable Development (ESD) dan Whole School Approach (WSA) bagi guru sekolah dasar yang resmi dibuka Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani, di SD Negeri 010 Bongan, pada Rabu (22/07/26).
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, kehidupan sosial, serta pembangunan berkelanjutan sejak usia dini.
Membacakan sambutan Bupati Kubar, Frederik Edwin, Nanang Adriani mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, konsep Education for Sustainable Development harus diterapkan secara menyeluruh melalui pendekatan Whole School Approach, yakni melibatkan seluruh unsur sekolah mulai dari proses pembelajaran, tata kelola, pengelolaan lingkungan sekolah, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini kami berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan, budaya lokal, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” ujar Nanang Adriani.
Ia menekankan dua hal penting kepada para peserta. Pertama, hasil pelatihan harus diterapkan secara nyata sehingga sekolah mampu menjadi laboratorium kehidupan bagi siswa. Kedua, diperlukan kolaborasi yang kuat antartenaga pendidik agar setiap program yang disusun benar-benar berdampak terhadap perkembangan peserta didik.
Nanang juga mengingatkan bahwa guru merupakan penggerak utama perubahan di dunia pendidikan sehingga dituntut terus beradaptasi, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang inspiratif.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Kamius Junaidi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Menurutnya, implementasi ESD dan WSA diarahkan untuk memperkuat karakter peserta didik, membangun budaya sekolah yang positif, meningkatkan tata kelola pendidikan, serta memperluas kemitraan dengan berbagai pihak.
“Kami berharap sekolah-sekolah yang mengikuti pelatihan ini menjadi pelopor dalam penerapan pendidikan berkelanjutan di wilayahnya masing-masing, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata Kamius.
Ketua panitia, Sahril, menjelaskan pelatihan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Berkualitas, Berkelanjutan, Inklusif, dan Relevan untuk Generasi Masa Depan.”
Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juli 2026, diikuti 97 peserta yang terdiri atas 86 kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta 11 pengawas sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kutai Barat.
Setiap kecamatan mengirimkan satu sekolah sebagai percontohan penerapan ESD. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai konsep pendidikan berkelanjutan sekaligus praktik penyusunan program sekolah berbasis Whole School Approach.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kutai Barat berharap semakin banyak sekolah yang mampu menjadi pusat pembelajaran berkelanjutan serta melahirkan generasi yang berkarakter, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
(Adv/Fac/Mii)


