Suarastra.com – Jalan poros nasional di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), kembali amblas pada Sabtu (15/08/26) pagi. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.40 Wita itu membuat akses kendaraan lumpuh total hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
Badan jalan terus bergerak hingga sekitar pukul 06.00 Wita tidak lagi dapat dilalui kendaraan. Ini merupakan kejadian ketiga dalam tiga tahun terakhir di lokasi yang sama.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung lokasi bersama jajaran pemerintah daerah. Ia mengatakan dua kejadian sebelumnya telah ditangani oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) karena ruas tersebut merupakan jalan nasional.
“Hari ini kita meninjau lokasi tanah longsor di daerah Jembayan ini. Ini merupakan kejadian yang ketiga. Memang dua kejadian sebelumnya sudah ditangani oleh balai karena ini memang poros nasional,” ujar Aulia.
Menurutnya, tim BPJN telah berada di lokasi sejak awal kejadian untuk melakukan peninjauan dan menyiapkan langkah penanganan.
Pemkab Kukar juga telah berkoordinasi dengan Kepala BPJN guna memastikan akses masyarakat tetap berjalan selama proses perbaikan berlangsung.
Salah satu opsi yang tengah disiapkan ialah pemasangan jembatan Bailey sebagai jalur sementara.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Balai. Ada beberapa langkah yang akan ditempuh, termasuk mempersiapkan jembatan Bailey sehingga aktivitas warga masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Sementara menunggu penanganan, arus kendaraan dialihkan melalui jalan alternatif di belakang lokasi longsor. Jalur tersebut telah disiapkan pemerintah desa dan akan diatur lebih lanjut bersama kepolisian melalui rekayasa lalu lintas.
Aulia menjelaskan kendaraan bertonase besar nantinya akan diarahkan melalui jalur lain karena jalan alternatif yang tersedia memiliki lebar terbatas.
“Untuk kondisi sekarang, arus kendaraan akan dialihkan ke belakang. Pak Kades sudah menyiapkan jalur alternatif dan nanti akan dirapatkan bersama Polres terkait rekayasa lalu lintasnya, sehingga aktivitas logistik maupun masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Selain memutus akses jalan, longsor juga merusak pipa PDAM yang berada di sekitar badan jalan. Dampaknya, distribusi air bersih ke sejumlah warga ikut terhenti.
Hingga kini, sisa badan jalan yang masih tersisa dinilai tidak aman karena pergerakan tanah masih terjadi. Masyarakat dan pengendara diimbau tidak melintasi lokasi amblas serta menggunakan jalur alternatif hingga proses penanganan selesai dilakukan.
(Oby/Mii)

