Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan persiapan Erau Adat Kutai 2026. Rapat akbar digelar untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari prosesi sakral hingga agenda seremonial, dapat berlangsung lancar pada 20–27 September 2026 mendatang.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memimpin langsung rapat persiapan tersebut. Menurutnya, Erau bukan hanya agenda tahunan pemerintah daerah, melainkan bagian dari identitas budaya yang menjadi milik seluruh masyarakat Kukar.
“Hari ini kita melaksanakan rapat akbar atau rapat besar terkait persiapan Erau Adat Kutai 2026. Kami memimpin langsung proses rapat ini untuk memastikan seluruh rangkaian persiapan berjalan dengan baik dan lancar,” kata Aulia, pada Kamis (17/09/26).
Ia menegaskan, pelaksanaan Erau menjadi momentum untuk terus menjaga adat, istiadat, serta budaya masyarakat Kutai Kartanegara.
“Erau merupakan kegiatan besar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Erau adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui kegiatan Erau ini, kita menjaga adat, istiadat, dan budaya masyarakat Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Kukar memastikan seluruh pihak yang terlibat memiliki kesiapan yang sama. Pemerintah juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tanpa kendala.
Selama masa persiapan Erau 2026 berlangsung, Aulia mengatakan, hingga saat ini tidak terdapat perubahan besar dalam rangkaian pelaksanaan Erau. Baik kegiatan sakral maupun seremonial masih berjalan sesuai dengan rencana.
“Sampai sejauh ini seluruh kegiatan, baik yang sakral maupun seremonial, berjalan sebagaimana yang kita rencanakan dan sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Dari sisi kehadiran pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata telah memberikan konfirmasi untuk menghadiri kegiatan tersebut. Pemkab Kukar juga masih mengupayakan kehadiran Menteri Pariwisata.
“Dari Kementerian Pariwisata sudah mengonfirmasi untuk hadir. Ibu Menteri masih kami upayakan untuk hadir. Besok kami akan melakukan Zoom meeting langsung dengan Ibu Menteri terkait kegiatan ini,” ungkapnya.
Sementara dari Kementerian Kebudayaan, Pemkab Kukar masih menunggu kepastian mengenai kehadiran pejabat kementerian dalam rangkaian Erau tahun ini.
“Dari Kementerian Kebudayaan, kami juga masih menunggu konfirmasi terkait kehadiran beliau dalam kegiatan Erau kali ini,” katanya.
Lebih jauh, orang nomor satu di Kukar itu menyinggung, persiapan Erau tahun ini tidak lepas dari kondisi cuaca dan kualitas udara. Maka dari itu, ia memastikan, kondisi di lokasi kegiatan terus dipantau, terutama melalui indikator Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
“Untuk tempat sejauh ini tidak ada kendala. Kami juga masih memonitor ISPU, bagaimana kualitas udara di tempat kita,” ujar Aulia.
Pemantauan tersebut menjadi penting mengingat sebagian rangkaian Erau dilaksanakan di ruang terbuka.
“Kalau seandainya kualitas udara tidak memungkinkan untuk pelaksanaan kegiatan di luar ruangan, kami akan berupaya menyesuaikan,” jelas Aulia
Tak hanya kualitas udara yang menjadi hambatan pada perayaan Festival Adat Kutai tahun ini, persoalan pasokan listrik dan air bersih juga menjadi perhatian. Kekeringan yang terjadi belakangan ini turut berdampak terhadap pelayanan listrik dan PDAM.
“Memang harus kita akui, dengan adanya bencana kekeringan ini, listrik dan PDAM juga ikut terganggu,” kata Aulia.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama Erau, Pemkab Kukar menyiapkan sejumlah skenario. Pemerintah tidak hanya menyiapkan satu rencana, tetapi beberapa alternatif apabila terjadi kendala di lapangan.
“Untuk kegiatan Erau, sebagaimana tadi kami sampaikan, kita harus melakukan mitigasi sejak awal. Karena itu, kita sudah mempersiapkan Plan A, Plan B, Plan C, Plan D, bahkan rencana-rencana lainnya,” ungkapnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan terjadinya pemadaman listrik ketika kegiatan berlangsung.
“Misalnya ketika terjadi mati lampu dan lain sebagainya, kita sudah menyiapkan apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Dari hasil rapat evaluasi, PDAM juga disebut telah merespons kebutuhan selama pelaksanaan Erau. Bagian Umum Pemkab Kukar serta Bagian Kesekretariatan Kesultanan turut melakukan persiapan.
“Berdasarkan rapat evaluasi, dari PDAM juga sudah merespons hal tersebut. Teman-teman Bagian Umum dan Bagian Kesekretariatan Kesultanan juga sudah merespons. Kami pikir kita tidak akan menemukan kendala yang berat terkait dua hal ini,” pungkas Aulia.
(Oby/Mii)

