Suarastra.com – Petuah lama itu pendek, namun menyimpan pesan yang dalam, boleh hidup berada di tepi kesulitan, boleh hati diuji oleh keadaan, tetapi jangan sampai tali persaudaraan terputus.
Sebab dalam perjalanan hidup, tidak semua yang retak harus berakhir menjadi pecah. Ada yang perlu dirawat dengan kesabaran, disambung dengan maaf, dan dijaga dengan kasih.
Leluhur mengajarkan bahwa keluarga, persahabatan, adat, dan persatuan adalah tali yang tak selalu terlihat, tetapi mengikat hati manusia. Kadang tali itu menegang oleh perbedaan, kadang hampir putus oleh salah paham. Namun selama masih ada niat untuk saling memahami, selalu ada jalan untuk kembali.
Dalam pandangan hati, manusia tidak hidup sendiri. Kita adalah bagian dari perjalanan panjang yang diwariskan dari mereka yang datang sebelum kita. Karena itu, jangan mudah memutus hanya karena satu luka, jangan meninggalkan hanya karena satu kecewa.
Sebab yang kuat bukanlah hubungan yang tak pernah retak, melainkan hati yang memilih untuk tetap merawatnya. Dan sering kali, di situlah kita belajar bahwa memaafkan bukan berarti kalah melainkan cara jiwa menjaga sesuatu yang masih layak dipertahankan.
Nasihat leluhur
Jangan biarkan ego memutus apa yang telah lama disatukan oleh kasih. Selama masih ada pintu untuk berdamai, jangan buru-buru memilih perpisahan.
(Caa/Mii)

