Suarastra.com – Maraknya kejahatan digital yang menyasar generasi muda mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat memperkuat literasi keamanan siber di lingkungan sekolah. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemerintah menggelar Sosialisasi Security Awareness atau Keamanan Informasi dan Siber bertema “Ketahanan Siber Pelajar: Mencegah Eksploitasi Data Pribadi dalam Ekosistem Kejahatan Finansial Digital (Judol dan Pinjol)”, pada Jumat (24/07/26).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Kutai Barat itu diikuti perwakilan pengurus OSIS dari 13 SMA dan SMK se-Kabupaten Kutai Barat sebagai upaya membangun kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital.
Sosialisasi dibuka Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora, didampingi Kepala Seksi Persandian Hermanto Yunus dan Kepala Seksi Statistik Veronika Hildawati.
Dalam sambutannya, Yuli Permata Mora mengatakan transformasi digital memang membawa banyak kemudahan. Namun, di balik itu muncul ancaman baru berupa kejahatan siber yang kini semakin sering menyasar kalangan pelajar.
Menurutnya, praktik judi online dan pinjaman online ilegal kerap memanfaatkan rekayasa sosial serta penyalahgunaan identitas digital untuk menjerat korbannya.
“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknologi, tetapi menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun kesadaran pelajar agar mampu melindungi data pribadinya, menjauhi praktik judi online dan pinjaman online ilegal, serta menjadi pelopor literasi keamanan siber di lingkungan sekolah masing-masing,” ujar Yuli.
Ia mengingatkan, kebocoran data pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, hingga dokumen identitas dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber dan berpotensi menimbulkan kerugian di kemudian hari.
Karena itu, Diskominfo Kutai Barat terus mendorong penguatan budaya keamanan informasi melalui pendekatan edukatif dan preventif agar masyarakat, khususnya pelajar, semakin memahami pentingnya menjaga aset digital pribadi.
Sebagai tindak lanjut, peserta yang merupakan pengurus OSIS diharapkan menjadi Cyber Awareness Ambassador di sekolah masing-masing. Mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya sehingga budaya keamanan siber dapat tumbuh di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap para peserta tidak berhenti sebagai penerima materi, tetapi menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi teman-temannya tentang pentingnya menjaga data pribadi dan menggunakan teknologi digital secara bijak,” tambah Yuli.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kubar berharap lahir generasi muda yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital, sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan siber dan eksploitasi data pribadi.
(Adv/Fac/Mii)


