Suarastra.com – Atlet muda Red Pool Club (RPC), Eko, tampil sebagai juara Turnamen Handicap 3 RSA Pool Tenggarong setelah menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan yang digelar pada Minggu (05/07/26). Kemenangan tersebut menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet biliar muda di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Berstatus Handicap 3B dan baru berusia 21 tahun, Eko sukses menaklukkan sejumlah pemain Handicap 3A yang secara kategori berada di atasnya. Penampilan tenang dan konsisten sejak babak semifinal hingga final mengantarkannya meraih gelar juara.
Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kutai Kartanegara, Rinaldi Kafka, menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi atlet biliar di Kukar mulai menunjukkan hasil.
“POBSI Kukar berkomitmen memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda. Prestasi Eko menjadi bukti bahwa Kutai Kartanegara memiliki banyak talenta yang layak mendapat kesempatan berkembang. Regenerasi atlet harus terus dijaga agar prestasi biliar Kukar semakin meningkat,” ujarnya.
Rinaldi, yang akrab disapa Aldi, juga mengapresiasi rumah-rumah biliar di Kutai Kartanegara yang rutin menggelar turnamen sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.
Menurutnya, kompetisi seperti Handicap 3 menjadi wadah penting bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus mengukur kesiapan sebelum tampil di level yang lebih tinggi.
Perjalanan Eko menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Pada babak semifinal, ia menghadapi Alvano FYP yang berstatus Handicap 3A. Pertandingan berlangsung ketat hingga skor imbang 4-4 sebelum Eko memastikan kemenangan tipis 5-4.
Drama kembali tersaji pada partai final saat Eko berhadapan dengan Reyy FYP, yang juga merupakan pemain Handicap 3A. Sempat memimpin 4-2, Eko harus menghadapi kebangkitan lawannya yang berhasil menyamakan skor menjadi 4-4. Namun, ketenangan Eko pada frame penentuan membuatnya sukses mengunci kemenangan dengan skor akhir 5-4.
Sementara itu, Reyy FYP melangkah ke final usai menyingkirkan Erik RSA dengan skor 5-3 pada laga semifinal.
Hasil akhir turnamen menempatkan Eko RPC sebagai juara, Reyy FYP sebagai runner-up, sedangkan Alvano FYP dan Erik RSA berbagi posisi sebagai semifinalis.
Ketua Red Pool Club, Rahmat Muharram Siregar, mengaku bangga atas pencapaian atlet binaannya. Ia menyebut kemenangan tersebut menjadi momentum kebangkitan RPC yang baru kembali aktif mengikuti kompetisi setelah sempat vakum.
“RPC baru kembali aktif dan ini merupakan debut kedua kami. Pada turnamen sebelumnya, Eko berhasil menjadi runner-up. Alhamdulillah, kali ini Eko mampu meningkatkan prestasinya dengan meraih gelar juara,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian Ketua Umum POBSI Kukar terhadap pembinaan atlet muda. Menurutnya, dukungan organisasi menjadi motivasi bagi klub untuk terus mencetak atlet berprestasi.
“Dukungan dari Ketua Umum POBSI Kukar menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan. Kami berharap sinergi antara POBSI dan klub-klub biliar dapat melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu membawa nama Kutai Kartanegara di tingkat provinsi maupun nasional,” tutupnya.
(Oby/Mii)

