Suarastra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan sektor sanitasi.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Audiensi Penyusunan Pemutakhiran Dokumen Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kubar, pada Selasa (28/07/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbarui arah kebijakan pembangunan sanitasi agar lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Audiensi diikuti jajaran Pemkab Kubar. Sementara perwakilan Direktorat Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), narasumber, dan tim fasilitator mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Penyusunan dokumen tersebut turut melibatkan perangkat daerah yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman, para camat, lurah, petinggi, hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan sinergi lintas sektor.
Dalam sambutan Bupati Kubar, Frederick Edwin, menegaskan bahwa sanitasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan daerah. Sanitasi yang baik dinilai tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing daerah.
“Sanitasi merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Melalui pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten, kita ingin memastikan pembangunan sanitasi berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Pemkab Kubar, sebelumnya telah menyelesaikan implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten Tahap I dengan berbagai capaian. Namun, seiring perkembangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat, sejumlah program dinilai perlu disempurnakan melalui pembaruan dokumen strategi tersebut.
Selain menjadi pedoman penyusunan program prioritas, dokumen yang diperbarui juga diharapkan mampu memperkuat regulasi, mengoptimalkan pemanfaatan anggaran, serta meningkatkan efektivitas pembangunan sanitasi di daerah.
“Keberhasilan pembangunan sanitasi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi hingga masyarakat. Sinergi tersebut menjadi kunci mewujudkan layanan sanitasi yang berkualitas,” jelasnya.
Pemutakhiran SSK juga diarahkan untuk memperkuat pengelolaan air limbah domestik, persampahan, dan drainase lingkungan, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga secara bertanggung jawab.
Melalui penyusunan dokumen tersebut, Pemkab Kubar, berharap strategi sanitasi yang baru dapat menjadi acuan bersama dalam menghadirkan pembangunan yang terpadu, berkelanjutan, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Kutai Barat yang lebih sehat, bersih, nyaman, dan berdaya saing.
(Adv/Fac/Mii)


