






Paragraf yang tersisa :
Di tengah derasnya arus modernisasi, Rizal percaya warisan tradisi tidak selalu harus bertahan lewat ruang-ruang besar atau seremoni megah. Kadang, budaya justru hidup dari tangan-tangan sederhana yang tetap setia merawatnya dalam diam. Dari butiran pupur basah yang dijemur di bawah matahari, ia mencoba menjaga ingatan tentang cara masyarakat Kutai dahulu merawat diri sekaligus merawat hubungan dengan alam.
Bagi Rizal, pupur basah bukan sekadar campuran beras dan kulit rambai. Di dalamnya tersimpan cerita tentang kesabaran, pengetahuan turun-temurun, serta jejak identitas yang perlahan mulai dilupakan generasi muda. Ia berharap tradisi itu tidak hanya dikenang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi tetap hidup dan diwariskan pada masa depan.
(Azm)

