



















Paragraf yang tersisa
Salam santun kami haturkan, dari hati yang hanya menyimpan rasa bangga terhadap budaya kita sendiri.
Karya ini hanyalah sekelumit kecil dari kebesaran kisah Erau, sebuah upaya sederhana untuk menuturkan kembali warisan yang agung.
Kami menyusun sepuluh jari memohon maaf apabila terdapat kekeliruan dalam narasi yang tertulis, sebab kami menyadari bahwa setiap sumber memiliki versi dan penuturan yang berbeda.
Lebih dari segalanya, tulus niat kami hanyalah untuk mengenang dan melestarikan, agar kisah ini tetap hidup dan diteruskan oleh generasi yang akan datang.
Penulis : Redaksi Suarastra.com
Sumber Foto : Awal

