Suarastra.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76 Tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda menggelar Layanan Paspor Simpatik dengan tema “Imigrasi Melayani Indonesia Maju”, Sabtu (17/1/26) pagi. Program ini menjadi alternatif layanan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu di hari kerja.
Layanan Paspor Simpatik merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76. Sebelumnya, layanan serupa telah dibuka pada Sabtu, 10 Januari 2026, dan akan kembali dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Adapun puncak peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-76 dijadwalkan berlangsung pada 26 Januari 2026.
Pelayanan paspor ini dibuka melalui mekanisme walk-in dengan kuota lebih banyak dari hari biasa. Skema tersebut disiapkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang fleksibel dan mudah diakses.
Pada pelaksanaan 10 Januari 2026, tercatat sebanyak 41 permohonan paspor masuk, terdiri dari 16 permohonan paspor baru dan 25 permohonan penggantian paspor. Angka tersebut meningkat signifikan hingga (17/1/26) dengan total 89 pemohon.
Rincian permohonan pada hari ini meliputi 66 permohonan paspor baru dan 23 permohonan penggantian paspor. Dengan demikian, total partisipasi masyarakat selama dua hari pelaksanaan Layanan Paspor Simpatik mencapai 130 permohonan paspor.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur (Kaltim) turut melakukan pengawasan langsung di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Samarinda. Dari hasil komunikasi dengan pemohon, sebagian besar masyarakat mengetahui informasi layanan ini melalui media sosial resmi Kantor Imigrasi Samarinda.
Dari sisi kesiapan, layanan Paspor Simpatik didukung oleh sumber daya manusia yang profesional serta sarana dan prasarana yang memadai. Meski demikian, masih ditemukan kendala terkait belum optimalnya pemanfaatan aplikasi M-Paspor dalam pengaturan jadwal permohonan, yang akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan ke depan.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari lonjakan jumlah pemohon serta respons positif yang disampaikan langsung oleh para peserta layanan.
Salah satu pemohon paspor, Michel Eka Yulia Wulandari, menyampaikan harapannya agar kualitas layanan keimigrasian terus ditingkatkan.
“Harapannya untuk Imigrasi ke depannya peningkatannya bisa lebih baik lagi. Ini paspornya untuk 10 tahun dan insya Allah akan digunakan untuk umrah,” ungkap Michel.
Pemohon lainnya, Adhelia Laily, mengaku puas dengan pelayanan yang diterimanya dan berharap Imigrasi terus menjaga kepercayaan masyarakat.
“Di Hari Bhakti Imigrasi kami tidak ada kritik karena pelayanannya sangat memuaskan. Kami dilayani dengan baik, semuanya berhasil tanpa hambatan. Terima kasih dan semoga Imigrasi semakin sukses dan maju,” ujarnya.
Sementara itu, Afdal Hage menilai pelayanan di Kantor Imigrasi Samarinda sudah ramah dan profesional, namun tetap perlu ditingkatkan seiring besarnya kebutuhan masyarakat.
“Untuk Imigrasi Samarinda di usia ke-76 ini, harapannya ke depan bisa lebih sukses lagi. Petugasnya sudah ramah banget, mungkin ke depannya bisa lebih nyaman lagi secara keseluruhan,” katanya.
Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Bhakti Imigrasi, layanan Paspor Simpatik dinilai efektif dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat. Program ini juga menjadi wujud komitmen Imigrasi Samarinda dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
(Oby/Mii)

