Suarastra.com – Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang, Pasar Tangga Arung di Kecamatan Tenggarong kini resmi bertransformasi menjadi pasar semi modern dengan nama baru, Pasar Tangga Arung Square.
Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, didampingi oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, serta Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Pasar tersebut sudah dapat diakses oleh masyarakat umum.
Sebelumnya, pembangunan Pasar Tangga Arung Square sendiri, dimulai sejak tahun 2021 dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Proses kemudian berlanjut pada 2022 melalui penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta pematangan lahan. Pekerjaan fisik pasar dilaksanakan pada 2024 hingga 2025, sebelum akhirnya diresmikan pada awal tahun 2026.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan Pasar Tangga Arung Square merupakan revitalisasi dari pasar lama sekaligus bagian dari janji politik yang dituntaskan dalam program “Kukar Idaman Terbaik”.
“Tangga Arung Square adalah revitalisasi dari Pasar Tangga Arung, dan itu merupakan salah satu janji politik di Kukar Idaman yang kita tuntaskan di Kukar Idaman Terbaik. Alhamdulillah sekarang sudah siap dipergunakan,” ujar Aulia saat diwawancarai awak media di Pasar Tangga Arung Square, Senin (5/1/26).
Ia menjelaskan, pasar tersebut memiliki total 703 lapak yang siap digunakan para pedagang. Saat ini, sebagian besar lapak sudah terisi dan mulai beroperasi.
“Ada 703 lapak yang siap digunakan di sini, dan alhamdulillah sebagian besar sudah diisi oleh para pedagang,” ungkapnya.
Menurutnya, konsep utama yang diusung adalah pasar tradisional semi modern, yang tetap mempertahankan fungsi pasar rakyat namun dengan fasilitas yang lebih tertata dan nyaman.
“Pasar ini konsep besarnya adalah pasar tradisional semi modern,” kata Aulia.
Ia berharap, keberadaan Pasar Tangga Arung Square dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tidak hanya bagi masyarakat Tenggarong, tetapi juga bagi Kabupaten Kutai Kartanegara secara luas.
“Harapan kita, pasar ini tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, utamanya di Tenggarong dan umumnya di Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Tak hanya itu, dirinya juga menegaskan, para pedagang yang berjualan di Pasar Tangga Arung Square tidak hanya berasal dari Tenggarong, melainkan dari berbagai kecamatan di Kukar. Ia juga menekankan bahwa tidak ada sistem kepemilikan pribadi atas lapak di pasar tersebut.
“Bagi masyarakat Tenggarong dan Kukar pada umumnya yang ingin berjualan di sini, bisa langsung mengakses forum pasar atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Jadi di sini tidak ada lapak kepemilikan pribadi di Pasar Tangga Arung,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

