Suarastra.com – Struktur Jam’iyyah Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kota Bangun kini resmi berdiri kokoh. Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kota Bangun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, serta Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Kota Bangun dilantik untuk masa khidmat 2025–2030, pada Sabtu (7/2/26).
Pelantikan yang digelar di Aula MTsN 2 Kutai Kartanegara (Kukar) itu berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Merawat Tradisi dan Syiarkan Aswaja An-Nahdliyyah”. Momentum ini menandai penguatan kembali peran Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat Kota Bangun.
Prosesi pelantikan dan bai’at dipimpin langsung Rais Syuriah PCNU Kutai Kartanegara, KH Machroji Anwar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PCNU Kukar KH Muhammad Askin, jajaran pengurus PCNU, Ketua Muslimat NU Kukar, Camat Kota Bangun Abdul Karim, organisasi kepemudaan, serta tokoh ulama, pendidikan, dan masyarakat.
Ketua MWC NU Kota Bangun, Abiansyah, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses panjang menghidupkan kembali NU di Kota Bangun. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak mudah, namun mendapat dukungan kuat dari kultur masyarakat dan para tokoh agama.
“Secara kultur, masyarakat Kota Bangun menganut Ahlussunnah wal Jamaah. Dengan dukungan tokoh masyarakat dan alim ulama, akhirnya terbentuk sembilan ranting NU dari sebelas desa yang ada,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran Pemerintah Kecamatan Kota Bangun yang dinilai responsif terhadap kehadiran NU. Atas dasar itu, Abiansyah mengusulkan Camat Kota Bangun Abdul Karim untuk menjadi Mustasyar MWC NU Kota Bangun.
“Kehadiran NU harus menjadi perekat dan pemersatu masyarakat. Jangan mencari-cari manfaat dari NU, tetapi justru kitalah yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada NU dan masyarakat,” tegasnya.
Abiansyah berharap MWC NU Kota Bangun mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat serta membangun sinergi dengan pemerintah kecamatan demi kemajuan wilayah.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Kota Bangun, Suriansyah, mengapresiasi komposisi kepengurusan NU yang diisi oleh tokoh ulama, pendidikan, dan masyarakat. Ia meyakini NU akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
“NU memiliki potensi besar untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya,” ujarnya.
Disisi lain, dalam arahan, Ketua PCNU Kukar, KH Muhammad Askin mengingatkan bahwa para pengurus NU adalah orang-orang yang mengurusi organisasi, bukan sebaliknya.
“Berikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk Nahdlatul Ulama. Insyaallah keberkahan para muassis NU akan menyertai kita,” katanya.
Ia juga mengutip dawuh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari bahwa siapa pun yang mengurusi NU akan dianggap sebagai santri beliau dan didoakan husnul khatimah hingga anak cucunya. Karena itu, Askin mengajak seluruh pengurus untuk terus merawat tradisi ulama sekaligus melakukan inovasi demi kemajuan NU.
Diketahui, pelantikan ini diikuti 268 peserta Jam’iyyah Nahdlatul Ulama, terdiri dari 38 pengurus MWC NU Kota Bangun, 100 pengurus ranting NU, dan 130 pengurus PAC Muslimat NU Kota Bangun.
(*/Oby/Mii)

