Suarastra.com – Dalam upaya mewujudkan visi besar Kukar Idaman Terbaik, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat peran strategisnya dalam bidang perlindungan sosial. Dari lima poin utama misi pembangunan daerah, Dinsos menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Plt Kepala Dinsos Kukar, Yuliandris, menegaskan bahwa bidang sosial merupakan bagian penting dari misi pertama Kukar Idaman Terbaik, yang menitikberatkan pada pemenuhan dan pemerataan pelayanan dasar di sektor kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial.
“Itu merupakan poin pertama. Sosial ini sangat erat kaitannya dengan visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara. Dalam misi itu, ada perlindungan sosial yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang sejalan dengan semangat Bupati Idaman Terbaik,” ujar Yuliandris, pada Senin (10/11/2025).
Ia menjelaskan, sejumlah program telah dijalankan sepanjang tahun ini sebagai bentuk nyata dari dedikasi pemerintah daerah terhadap masyarakat rentan. Di antaranya adalah bantuan sosial bagi lanjut usia terlantar dan penyandang disabilitas, pemberian alat bantu, serta santunan tunai bagi warga yang masuk kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial.
“Tahun ini sudah terealisasi. Bantuan permakanan bagi penyandang disabilitas dan usia lanjut terlantar sudah selesai dibagikan. Begitu juga dengan santunan tunai sebesar Rp200 ribu per bulan, hampir seluruh kegiatan itu sudah terlaksana,” jelasnya.
Namun, Yuliandris tak menutup mata terhadap sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait ketepatan sasaran penerima bantuan. Menurutnya, permasalahan ini muncul ketika data penerima tidak diperbarui secara maksimal di tingkat desa atau kelurahan.
“Kendala yang sering muncul adalah bantuan yang tidak tepat sasaran. Solusinya, aparat di desa dan kelurahan harus bekerja sama dengan puskesmas untuk memverifikasi data yang digunakan. Sekarang kita pakai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS),” terangnya.
Ia menegaskan, pembaruan data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Kalau ada warga yang masuk desil 1 sampai 4 di DTKS tapi dianggap mampu, silakan lakukan pembaruan data. Itu bisa dilakukan oleh operator di desa dan kelurahan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, meski dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran nasional, Yuliandris optimistis bahwa program perlindungan sosial di Kukar akan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Harapan kita, anggaran APBD bisa stabil meskipun Transfer ke Daerah (TKD) di seluruh Indonesia menurun. Saya yakin komitmen Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati sangat kuat untuk tetap memprioritaskan dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Lima tahun ke depan, saya percaya anggaran untuk program ini akan tetap aman,” pungkasnya.
Dengan pijakan visi yang jelas dan komitmen kuat dari seluruh jajaran, Dinsos Kukar optimis melangkah ke masa depan yang lebih inklusif, di mana setiap warga, tanpa terkecuali, mendapat perlindungan dan kesempatan yang sama dalam menikmati kesejahteraan sosial di Kukar.
(ADV/Oby/Mii)

