Penulis: Redaksi
Dahulu, orang tua selalu menasihati anak-anaknya agar tidak melangkahi garam yang tumpah. “Sebab itu dianggap membawa sial. Garam yang jatuh bukan sekadar bumbu, melainkan saksi dan doa , simbol rezeki, dan keharmonisan rumah tangga,” begitu katanya. Melangkahi garam sama artinya menginjak keberuntungan sendiri. Namun lain dari pada itu, larangan ini mengajarkan kita menghormati yang kecil, menjaga keseimbangan hidup, dan bersyukur atas rezeki yang diterima. #Avisapranatungga
Suarastra.com – Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-V pada Kamis (04/9/2025) besok di Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda. Muswil kali ini mengangkat tema “Kesatuan Gerak Menuju Kemajuan Daerah dan Bangsa” dan menjadi momentum penting pergantian kepemimpinan Ketua sebelumnya, yaitu Rusman Ya’qub, yang akan mengakhiri masa baktinya. Ketua Panitia Muswil, Rusdiono, menjelaskan bahwa agenda ini bukan hanya pemilihan ketua, melainkan juga dirangkai dengan Simposium Nasional bertajuk “Membaca Ulang Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Transparansi”. Simposium tersebut akan menghadirkan Anggota BPK RI sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi.…
Suarastra.com – Di tengah derasnya arus modernitas, alunan lagu Waktu Kumulang karya Aji Qamara Hakim terdengar menyejukkan, membawa pendengar menelusuri akar budaya Kutai Kartanegara. Budayawati, akademisi Universitas Mulawarman, dan penulis ini dikenal aktif melestarikan seni dan budaya lokal melalui karya akademik maupun kreatif. Lagu Waktu Kumulang sarat makna, bukan sekadar musik hiburan, tetapi juga menjadi media pengingat bagi manusia untuk merenungkan hubungan dengan alam. “Maksud lagu untuk perhatian dengan lingkungan yang semakin rusak. Kalau dulu kebakaran hutan, sekarang tambang ilegal. Alam itu benar-benar menangis, tapi kita yang tidak peka dengan tangis mereka. Iya, artinya kesedihan alam itu terus berlanjut bahkan…
Suarastra.com – Pembangunan jembatan baru penghubung Jalan Kartini menuju Jalan Mayjend Panjaitan, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), kini memasuki tahap penyelesaian lebih dari setengahnya. Jembatan yang dikerjakan sejak 21 April 2025 lalu itu, diproyeksi menjadi solusi penting untuk mengurangi kemacetan di kawasan padat penduduk sekaligus pusat perbelanjaan Kota Tenggarong. Pada Selasa (2/9/2025), Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Wiyono mendampingi Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani bersama Komisi III untuk meninjau langsung progres proyek tersebut. “Sampai saat ini progres pembangunan sudah mencapai 51 persen dan sesuai kontrak, Desember nanti semua sudah harus berakhir. Termasuk pembangunan taman di samping jembatan,” ujar Wiyono…
Suarastra.com – Laman Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), dipenuhi lautan massa. Suara orasi bergema, spanduk terbentang, namun suasana tetap terjaga damai, tertib, dan penuh kendali. Aliansi Kukar Menggugat yang menggelar aksi pada Senin (1/9/2025) menutup perjalanannya dengan tertib, meninggalkan jejak yang dipuji aparat keamanan. Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, hadir memberi apresiasi. “Alhamdulillah kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya. Kami berterima kasih karena dari awal berangkat dari universitas sampai di depan kantor DPRD ini bisa berjalan dengan baik dan kondusif,” ucapnya. Ia menuturkan, sebelum massa turun ke jalan, pihak kepolisian telah merajut koordinasi dengan berbagai unsur untuk memastikan keamanan. Sebanyak 644 personel…
Suarastra.com – Siang itu, di bawah langit Tenggarong yang terik, riuh massa memenuhi halaman Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Mereka datang sebagai satu suara, menamakan diri Aliansi Kukar Menggugat, menyuarakan keresahan yang lahir dari perut rakyat. Gelombang mahasiswa dengan almamater warna-warni, organisasi Cipayung, hingga elemen masyarakat berdiri berlapis di depan pagar parlemen daerah. Tuntutan yang mereka bawa tak main-main dari penolakan tunjangan DPR di semua tingkatan hingga seruan agar kebijakan lebih berpihak pada mereka yang kesulitan mencari penghidupan. Dari tengah kerumunan, muncul sosok yang ditunggu. Ahmad Yani, Ketua DPRD Kukar, turun langsung menanggapi. Di hadapan massa, ia bicara lantang, “Itu…
Suarastra.com – Terik matahari Tenggarong siang itu tak sanggup meredam suara lantang yang membelah udara. Ratusan massa berjejal di depan Kantor DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (1/9/2025). Dari warna-warni almamater mahasiswa, kibaran spanduk, hingga poster bernada kritik, tampaklah gelombang protes yang lahir dari satu rasa: kekecewaan mendalam terhadap kebijakan yang dianggap tak berpihak pada rakyat. Aliansi yang menamakan diri Kukar Menggugat berdiri di garda depan. Mahasiswa, organisasi Cipayung, hingga elemen masyarakat, menyatu dalam barisan panjang. Suara mereka berlapis-lapis, menyeruak menjadi gema yang sulit diabaikan. Di tengah kerumunan itu, suara Wawan Ahmad Jenderal Lapangan aksi mengalun tegas. “Aksi ini bukan sekadar…
Paragraf yang tersisa : Dengan segala perjalanan panjangnya, Sukardi Wahyudi telah menjelma menjadi sungai kata yang tak pernah kering. Dari Tenggarong, suaranya melintas ke negeri-negeri jauh, dari bahasa Kutai hingga Spanyol, dari panggung Nusantara hingga pertemuan penyair mancanegara. Puluhan buku tunggal, puluhan antologi, serta anugerah yang ia terima hanyalah jejak kecil dari ketekunan besar yang ia persembahkan. Ia adalah penyair yang setia, budayawan yang berbakti, dan penjaga ingatan bangsa yang tak lelah mengukir zaman. Dalam dirinya, sastra menemukan rumah dan dalam setiap puisinya, kita menemukan denyut kehidupan yang akan tetap abadi. (Caa)
Suarastra.com – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa perubahan besar bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang berada di wilayah penyangga. Situasi ini dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Puji Utomo, menegaskan seni dan tradisi daerah harus tetap berdiri kokoh meski banyak pengaruh luar yang masuk. “Orang-orang dari luar akan datang ke Kutai Kartanegara. Mereka membawa modernisasi dan adat istiadat beragam. Kita juga harus menunjukkan bahwa kita punya budaya, punya kesenian, punya tradisi yang wajib kita lestarikan,” ujarnya. Menurut Puji, kehadiran IKN justru…
Suarastra.com – Suasana duka menyelimuti ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang mengantarkan kepergian rekan mereka, AK, ke peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025) pagi. Diketahui, AK merupakan sosok pria yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari profesi Ojol. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, setelah terlindas Kendaraan Taktis (Rantis) milik Brimob Polri saat aksi demonstrasi penolakan kenaikan tunjangan DPR RI di Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam kemarin. Kepergian AK meninggalkan luka mendalam bagi rekan-rekan seperjuangannya. Mereka menilai sosok almarhum sebagai pribadi yang tekun dan menjadi tumpuan keluarga. “Jangan lindas kami…
