Suarastra.com – Keluhan terkait kualitas air bersih kembali mencuat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah warga di Kecamatan Tenggarong mengeluhkan aliran air PDAM yang berubah warna menjadi kecoklatan disertai bau tidak sedap dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan masyarakat selama kurang lebih tiga hari. Air yang biasanya jernih kini tampak keruh dengan warna kuning kecoklatan, sehingga memicu kekhawatiran warga saat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagian masyarakat menduga perubahan warna air ini dipengaruhi kondisi Sungai Mahakam yang tengah mengalami fenomena air bangar atau keruh akibat faktor alam. Sungai Mahakam diketahui menjadi salah satu sumber air baku Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tenggarong.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Perumda Air Minum Tirta Mahakam Tenggarong, Hendry Susanto, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.
“Perumda Tirta Mahakam menyesuaikan proses pengolahan air, menambah pengawasan kualitas air, serta memastikan air tetap layak dan aman digunakan. Karena komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” ujar Hendry saat dihubungi melalui sambungan seluler, pada Jumat (30/1/26).
Ia menjelaskan, meskipun terjadi perubahan warna, air yang dialirkan ke pelanggan tetap melalui tahapan pengolahan sesuai standar kualitas air minum. Selain itu, pengawasan kualitas air dilakukan secara rutin oleh petugas.
“Air yang kami distribusikan tetap melalui proses pengolahan dan mengikuti standar kualitas air minum. Perubahan warna tidak serta-merta berarti air tersebut berbahaya,” jelasnya.
Hendry juga menambahkan, Perumda Tirta Mahakam Tenggarong secara rutin melakukan wash out atau pembersihan pipa dan filter setiap hari. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan aliran air yang sampai ke rumah-rumah warga.
“Setiap hari kami lakukan wash out pada pipa dan filter, agar aliran air yang mengalir ke masyarakat tetap bersih,” katanya.
Menurut Hendry, fenomena air bangar di Sungai Mahakam menjadi faktor utama terjadinya perubahan warna air saat ini. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi keamanan air untuk digunakan.
“Apakah air tetap aman di gunakan, ya air tetap aman untuk di gunakan,” tutupnya.
(Oby/Mii)

