Suarastra.com – Meski telah diresmikan pada Senin (5/1/26), keterisian kios di Pasar Tangga Arung Square, Tenggarong, masih belum maksimal. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pun mendorong percepatan agar pasar semi modern tersebut dapat berfungsi optimal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayyid Fathullah, mengungkapkan tingkat okupansi kios memang menunjukkan peningkatan, namun saat ini baru mencapai sekitar setengah dari total kapasitas yang tersedia.
“Awal peresmian itu baru sekitar 20 persen kios yang buka. Sekarang sudah hampir 50 persen pedagang yang mulai aktif berjualan,” ujar pria yang sering disapa Fathullah, pada Jumat (9/1/26).
Ia menilai keterlambatan sebagian pedagang dalam mengaktifkan kios justru berpotensi merugikan diri mereka sendiri. Pasalnya, minat masyarakat untuk berkunjung ke Pasar Tangga Arung Square terus menunjukkan tren positif sejak diresmikan.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kalau kios sudah pegang kunci tapi tidak buka, pedagang itu sendiri yang rugi. Momentum ini jangan sampai terlewat,” tegasnya.
Menurut Fathullah, pedagang yang sudah beroperasi berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari konveksi, kuliner, hingga penjualan kebutuhan harian. Aktivitas tersebut dinilai berhasil menghidupkan suasana pasar dan menarik pengunjung, tidak hanya dari Tenggarong, tetapi juga dari wilayah sekitarnya.
“Disperindag Kukar akan terus mendorong pedagang yang belum aktif untuk segera menempati kios yang telah disediakan,” tuturnya.
Dengan demikian, pengoperasian pasar secara penuh akan memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi lokal dan memperkuat fungsi Pasar Tangga Arung Square sebagai pusat perdagangan baru di Kukar.
(Oby/Mii)

