Suarastra.com – Posisi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang menjadi mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut kesiapan seluruh elemen daerah, termasuk insan media. Di tengah arus perubahan besar tersebut, media lokal dinilai memegang peran vital sebagai penjaga demokrasi sekaligus pengawal pembangunan. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kukar, Hamdiah, saat menerima kunjungan sejumlah pengusaha muda yang bergerak di sektor media online lokal dalam agenda serap aspirasi, baru-baru ini.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka tentang tantangan media di era digital serta pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan ekosistem informasi daerah.
“Kita berada di wilayah yang sangat strategis. Media bukan hanya penyambung lidah pemerintah atau dewan, tapi juga instrumen edukasi bagi masyarakat agar siap menghadapi perubahan besar dengan hadirnya IKN,” ujar Hamdiah.
Menurut politisi senior tersebut, kehadiran media online yang dikelola anak-anak muda Kukar merupakan aset berharga yang harus dijaga dan diperkuat. Di tengah luasnya wilayah Kukar dan dinamika pembangunan yang semakin cepat, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang akurat dan aktual menjadi semakin mendesak.
Ia menilai, kecepatan media digital dalam menyampaikan informasi harus dibarengi dengan ketepatan dan tanggung jawab moral. Media, kata dia, tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga wajib menjaga akurasi dan keberimbangan agar tidak menimbulkan disinformasi di tengah masyarakat.

Dalam diskusi itu, para pegiat media menyampaikan aspirasi terkait perlunya standarisasi serta dukungan konkret dari legislatif agar media lokal tetap mampu bersaing di tengah ketatnya industri informasi. Mereka berharap ada pola kemitraan yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Hamdiah menyatakan komitmennya untuk mendorong sinergi yang sehat antara DPRD Kukar dan insan pers. Ia menegaskan bahwa media yang kuat akan menjadi mitra strategis dalam mengawal kebijakan publik.
“Saya ingin media di Kukar tidak hanya eksis secara bisnis, tapi juga memiliki kualitas konten yang tajam dan faktual. Kita butuh media yang bisa mendampingi kinerja legislatif dalam mengawasi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan media lokal mampu membangkitkan semangat generasi muda Kukar untuk terus berkarya di jalur kreatif dan informatif. Baginya, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan literasi dan kesadaran publik.
“Media yang kuat akan menghasilkan masyarakat yang cerdas. Dan masyarakat yang cerdas adalah kunci kemajuan Kukar di masa depan,” pungkas Hamdiah.
(Oby/Mii)

