Suarastra.com – Upaya merawat ingatan kolektif tentang perjalanan panjang Kutai Kartanegara (Kukar) terus dilakukan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar menggelar Pameran Kearsipan yang dirangkai dengan pemberian penghargaan hasil pengawasan internal tahun 2025, di Aula Gedung Perpustakaan Umum, pada Kamis (08/04/26).
Mengusung tema “Jejak Sejarah dan Perkembangan Kabupaten Kutai Kartanegara”, pameran ini menghadirkan arsip non tekstual dan visual berupa foto-foto masa lampau lengkap dengan narasi yang mengisahkan berbagai peristiwa penting di zamannya.
Arsip yang ditampilkan dibagi dalam lima zona, mulai dari Zona Kesultanan/Kerajaan, Kolonial, Otonomi Daerah, hingga Arsip Modern dan Digitalisasi Arsip. Setiap zona membawa pengunjung menelusuri perjalanan waktu, dari masa kejayaan hingga perkembangan Kukar saat ini.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyebut kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi pemerintah daerah, terutama dalam menjaga dan merawat arsip sebagai bukti sejarah.
“Hari ini kita melaksanakan pameran kearsipan sekaligus memberikan penghargaan kepada organisasi perangkat daerah dan para pengelola arsip yang telah bekerja dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, arsip merupakan bukti otentik yang merekam berbagai peristiwa masa lalu. Karena itu, keberadaannya harus dijaga, dirawat, dan dikelola dengan baik agar tetap dapat diakses oleh masyarakat.
“Arsip ini adalah bukti otentik tentang apa yang sudah terjadi di masa lampau. Maka harus dijaga dan diatur bagaimana cara masyarakat mengaksesnya,” jelasnya.
Disisi lain, Aulia juta menyinggung, capaian pengelolaan arsip Kukar saat ini menunjukkan hasil yang membanggakan. Dari 514 kabupaten atau kota di Indonesia, Kukar berada di peringkat ke-20. Sementara di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kukar menempati posisi pertama.
Selain sebagai ajang apresiasi, pameran ini juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat sejarah daerahnya. Berbagai dokumentasi yang ditampilkan diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Kutai Kartanegara.
“Kita ingin memperlihatkan bahwa Kutai memiliki sejarah yang luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan generasi mendatang untuk terus dijaga dan dipertahankan,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

