Suarastra.com – Kondisi fiskal yang mengalami tekanan baik di tingkat pusat maupun daerah mulai berdampak pada sejumlah program, termasuk beasiswa pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kukar, Fathul Alamin, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan tahun 2026 tidak sebaik tahun sebelumnya, sehingga memaksa adanya penyesuaian pada beberapa program.
“Kondisi keuangan pusat maupun daerah tahun ini memang tidak sebaik tahun 2025. Terjadi perubahan yang cukup signifikan di Pemerintah Kabupaten Kukar,” ujar pria yang akrab disapa Fatul itu, pada Jumat (10/04/26).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa program beasiswa pendidikan bagi masyarakat Kabupaten Kukar akan tetap menjadi prioritas dan komitmen Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, untuk terus dilanjutkan pada tahun ini.
“Program beasiswa tetap berjalan. Tahun 2026 ini tetap ada, hanya kuotanya yang disesuaikan,” jelasnya.
Saat ini, program beasiswa masih dalam tahap pembahasan agar pelaksanaannya, baik dari sisi program maupun jumlah penerima, dapat tepat sasaran.
Secara perhitungan sementara, Fatul menyebutkan, kuota beasiswa tahun ini hanya berkisar 60 hingga 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, terjadi penurunan sekitar 30 hingga 40 persen dari total penerima.
Meski jumlah penerima berkurang, pemerintah memastikan nominal bantuan tidak mengalami perubahan.
“Nominalnya tetap sama seperti tahun lalu, sekitar Rp5 juta per orang. Tidak ada pengurangan, hanya jumlah penerimanya saja yang berkurang,” tegasnya.
Ia berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik pada pertengahan atau akhir tahun, sehingga memungkinkan adanya penambahan kuota beasiswa.
Terakhir, Fatul bilang, saat ini proses pembahasan masih berlangsung dan pemerintah menargetkan pengumuman pembukaan beasiswa dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“InsyaAllah dalam waktu dekat, pertengahan atau akhir ini sudah ada pengumuman pembukaannya,” pungkasnya.
(Oby/Mii)

